Minggu, 08 Juli 2012

RANGKAIAN ALAT PEMANTAU SUHU Menggunakan Sensor LM35 dan Mikrokontroller ATMega 16



Gambar 3D Alat
Gambar jalur PCB
Gambar Rangkaian keseluruhan

       Sensor LM35 merupakan sensor suhu yang dapat mendeteksi suhu yang terjadi dengan memiliki tingkat presisi yang tinggi. Sensor LM35 mempunyai  tegangan keluaran yang linearitas terhadap suhu celcius.
Sensor suhu LM35 terdiri dari tiga pin kaki. Kaki pertama PIN Vout berfungsi sebagai pin tegangan keluaran, kaki kedua PIN +Vs berfungsi sebagai pin sumber tegangan dan kaki PIN GND berfungsi sebagai pin ground.
Tegangan yang dibutuhkan untuk sensor LM35 sebasar 5V dan memiliki parameter bahwa setiap kenaikan skala 1°C tegangan keluarannya 10mV sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut:

VLM35=Suhu*10mV..............................................................

Misalnya pada perancangan menggunakan sensor suhu LM35 keluaran ADC menghasilk suhu 20°C, sehingga saat suhu 20°C tegangan keluaran sensor suhu LM35 (20°C*10mV)= 200mV=0,2V.


Prongram yang digunakan adalag bahasa C :
Program ini untuk menampilkan Suhu1, Suhu2, Suhu 3 dan Suhu 4. Karena sensor yang saya gunakan disini adalah 4 sensor.

#include <mega16.h>
// Alphanumeric LCD Module functions
#asm
   .equ __lcd_port=0x15 ;PORTC
#endasm
#include <lcd.h>
#include <delay.h>
#include <stdio.h>
// Standard Input/Output functions
#define ADC_VREF_TYPE 0x40 // set Vref menjadi ADC=AVCC 0x40(dari code)
unsigned int v,adc; // yg tulisan nya unsigned int untuk menampilkan variable
unsigned int T1,T2,T3,T4;
char buf[16]; // deklarasi variabel array ?
unsigned int read_adc(unsigned char adc_input)
{
ADMUX=adc_input|ADC_VREF_TYPE;//?
ADCSRA|=0x40;
while ((ADCSRA & 0x10)==0);
ADCSRA|=0x10;
return ADCW; }
void main(void)
{
// ADC initialization
// ADC Clock frequency: 125.000 kHz
// ADC Voltage Reference: AVCC pin
// ADC Auto Trigger Source: None
ADMUX=ADC_VREF_TYPE;
ADCSRA=0x87;
// LCD module initialization
lcd_init(16);
lcd_clear();
delay_ms(1000);
while (1)
      
      {      
       adc=read_adc(0); //baca ADC0 (PA0)
       v=(adc*5)/1.024; //hasilnya dikalikan 5 mV 
       T1=(v/10)-1; //konversi ke suhu (Celcius)
       
       adc=read_adc(1); 
       v=(adc*5)/1.024;  
       T2=(v/10)-1;
       
       adc=read_adc(2); 
       v=(adc*5)/1.024;  
       T3=(v/10)-1;
       
       adc=read_adc(3); 
       v=(adc*5)/1.024;  
       T4=(v/10)-1; 
       
       lcd_clear();
       lcd_putsf("T1=     T2=  ");
       lcd_gotoxy(0,1);
       lcd_putsf("T3=     T4=  "); 
       
       sprintf(buf,"%d",T1);  // harus di rubah dari int to str 
       lcd_gotoxy(3,0);        // untuk ditampilkan ke kolum 3 dan baris 0
       lcd_puts(buf);          // untuk di tampilkan ke buf(lcd)   
       lcd_putchar(0xdf);
       lcd_putchar('C');       // C di kasi tanda petik karena karakter
                         // klu masih 1 karakter perintahnya lcd_putchar('C') kalau 2 karakter lcd_putsf('C').
       sprintf(buf,"%d",T2);  
       lcd_gotoxy(11,0);        
       lcd_puts(buf);            
       lcd_putchar(0xdf);
       lcd_putchar('C'); 
       
       sprintf(buf,"%d",T3);
       lcd_gotoxy(3,1);
       lcd_puts(buf);
       lcd_putchar(0xdf);
       lcd_putchar('C');
       
       sprintf(buf,"%d",T4);
       lcd_gotoxy(11,1);
       lcd_puts(buf);
       lcd_putchar(0xdf);
       lcd_putchar('C');
delay_ms(1000);
}
}




Sabtu, 22 Oktober 2011

Belajar Berlaku Adil


mengapa kita (t’masuk aku sendiri) sering melakukan ,
diskriminasi terhadapsesama manusia,
melakukan eksploitasi erhadap sesama,
dan menciptakan ketidakadilan dalam kehidupan.

kita sering memilih-milih dalam berteman,
selalu ada motif di balik semua itu,
karena status sosial,
karena fisik yang sempurna,
karena kepintaran,
dan semua yang dinilai lebih pada orang lain..
hidup seperti rumus ekonomi,
harus ada “biaya” dan ada “manfaat”,
ada kalanya kita sering memilih teman,
karena mereka dapat memberikan manfaat,
bagi keberlangsungan hidup kita.

ternyata kita sebagai manusia,
penuh dengan kejahatan,
tak ubahnya seorang pembunuh,
hanya bedanya pembunuh melakukannya,
secara terang2an ( d expose),
namun kita di balik topeng “persahabatan”.

tuk hal yang terkecil pun namun sering
tidak kita sadari
manusia sering melakukan diskriminasi
thd diri sendiri
kita lebih mengutamakan tangan kanan
daripada tangan kiri
kanan selalu dinilai lebih baik
apa sebenarnya dosa tangan kiri
hingga kita harus lebih banyak
menggunakan si kanan?
mungkin sebaiknya kita pertama kali
memandang pada diri kita sendiri
apakah diri kita terlalu sempurna
untuk melakukan semua itu
meremehkan orang lain yang kita nilai
kurang berarti mengacuhkan si jelek rupa
dan bermanis muka
pada sang pangeran / sang putri berwajah rupawan
berlaku tak adil pada bagian tubuh diri kita sendiri
kalau tuk hal yang kecil saja kita tak bisa
melakukannya bagaimana mungkin kita
dapat melakukan hal yang besar?
mungkin ini adalah saatnya bagi kita untuk
belajar berlaku adil bagi diri sendiri, orang lain bahkan lingkungan sekitar

Rabu, 17 Agustus 2011

Surat Kecil Untuk Tuhan

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.

Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.

Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan ..
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku..

Cuplikan di atas adalah sepenggal bait dari tulisan Keke, seorang penderita kanker ganas yang menyerang bagian wajah, Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak pertama di Indonesia. Keke atau Gita Sesa Wanda Cantika adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun ketika divonis memiliki penyakit kanker mematikan tersebut yang dapat membunuhnya dalam waktu 5 hari. Kanker jaringan lunak itu menggerogoti bagian wajahnya sehingga terlihat buruk menjadi seperti monster. Walau dalam keadaan sulit, Keke terus berjuang untuk tetap hidup dan tetap bersekolah layaknya gadis normal lainnya.

Mendengar vonis tersebut, sang Ayah, Joddy Tri Aprianto tidak menyerah. Ia terus berjuang agar sang putri kesayangannya itu dapat terlepas dari vonis kematiannya. Perjuangan sang ayah dalam menyelamatkan putrinya tersebut begitu mengharukan.

Perjuangan panjang Keke dalam melawan kanker ternyata membuahkan hasil. Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Keberhasilan Dokter Indonesia dalam menyembuhkan kasus kanker yang baru pertama kali terjadi di Indonesia ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua dokter di dunia bertanya-tanya.

Namun kanker itu kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat. Keke sadar jika nafasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia justru bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis 5 hari bertahan hingga 3 tahun lamanya, walau pada akhirnya ia harus menyerah. Dokter pun akhirnya menyerah terhadap kankernya. Di nafasnya terakhir itulah ia menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada lagi air mata di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun.

Hingga pada tanggal 25 Desember 2006, Keke menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11 malam. Tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan idul fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya. Namun kisahnya menjadi abadi. Ribuan air mata berjatuhan ketika biografi pertamanya ini dikeluarkan secara online. Pesan Keke terhadap dunia berhasil menyadarkan bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman.

Kisah perjuangan Keke ini pun sempat diulas dalam acara Kick Andy di Metro TV. Sebelumnya buku ini diterbitkan secara online oleh penulis, Agnes Davonar dan dibaca lebih dari 350.000 pengunjung. Namun, karena banyaknya pembaca yang terinspirasi oleh kisah ini, akhirnya buku ini dicetak secara luas dan terjual lebih dari 30.000 exemplar dalam waktu dua bulan dan telah diterbitkan pula di Taiwan dengan mencetak sukses yang sama.

Kisah Keke yang telah memasuki cetakan ketujuh ini pun akhirnya menginspirasi Skylar Pictures untuk mewujudkan pesan dan perjuanganya tersebut kepada dunia lewat layar lebar. Kita tunggu saja kemunculannya di bulan Februari 2011. Salam inspirasi.

Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita


Nun jauh di sana, di ujung dunia.
Aku datang, menjinjing harapan.
Bersama kawanku, umat hamba Tuhan.
Bersatu untuk kelestarian alam.

Bumi kita ini, taman kehidupan.
Hutan dan lautan, di relung langit biru.
Mari kita bersama, cegah kerusakan.
Bersatulah wahai bangsa dunia.


Reff:

Bersatu, bersatulah kawan.
Bersatu dunia, untuk Bumi kita.
Lakukan, mari kita lakukan.
Bergandengan tangan, untuk menjaganya.
Tengadahkan tangan, mohon pada Tuhan.
Anak cucu kita, selamat semuanya.


Sejumlah pengusaha nasional bergabung dan mendirikan Yayasan Untuk Bumi Kita, yang akan fokus pada bidang lingkungan hidup. Pengusaha itu antara lain James Riady, Peter F Gontha, dan Wirawan Hartawan. Selain itu terdapat juga sejumlah tokoh nasional, antara lain Emil Salim dan seniman Iwan Abdurahman.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperlihatkan dukungannya pada yayasan ini dengan menyumbangkan tiga lagu bertema lingkungan. Lagu itu adalah "Dari Oslo ke Jakarta untuk Bumi Kita", "Save Our World", dan "Save Our Planet".

"Sebagai kontribusi awal, kami minta Presiden untuk membantu gerakan. Presiden berkenan menyumbangkan lagunya, ada tiga lagu yang disumbangkan, dari royalti," kata Dodi S Abdulkadir yang akan menjadi ketua yayasan.

Sejumlah penyanyi pun akan bergabung dalam kegiatan ini. Sandy Sandoro akan menyumbangkan suara di "Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita", dan Elfa Secioria yang akan menyumbangkan suara di "Save Our Planet".

Seniman Iwan Abdurahman mengatakan lagu dipilih sebagai cara Yayasan untuk mendekati masyarakat, karena lagu merupakan cara terbaik untuk menyentuh rasa manusia.

"Mudah-mudahan menyentuh key person dari masyarakat. Mereka bisa ekspresikan," kata seniman yang juga pencipta lirik lagu "Melati dari Jayagiri" yang dipopulerkan Bimbo.

Sedangkan Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan Presiden menyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan lingkungan. Semua unsur masyarakat pun diminta memiliki kesamaan dalam hal upaya menyelamatkan bumi kita. (umi)

Minggu, 14 Agustus 2011

Hidup Jangan Tertidur



Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan tertidur. Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan tertidur.

Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu, tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.

Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!

Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah rahmat terselubung karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.

Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai! Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali.

Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.

Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.

Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman- pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalam an manusiawi. Manusia bukanlah makhluk bumi melainkan makhluk langit. Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan rumah untuk mencari rumah yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.

Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulka n kekayaan -- apalagi dengan menyalahgunakan jabatan -- kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.

Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.
Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu Pena lebih tajam dari pedang Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid

Senin, 16 Mei 2011

Khadijah, Wanita Istimewa Pejuang Agama

Dengan menyebut Nama Allah. Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, segenap keluarga, para sahabat dan generasi penerusnya.

Sejarah Islam dipenuhi dengan peristiwa besar dan berpengaruh terhadap peradaban.

Kita berada di sini, saat ini, dan dalam kondisi seperti ini adalah buah dari karya besar para pendahulu kita. Karena jasa merekalah saat ini kita menikmati kehidupan seperti sekarang. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah kita mengenang, mengingat, mempelajari, dan meneladani kehidupan dan perjuangan mereka.

“Barang siapa yang tidak berterimakasih kepada manusia, berarti tidak bersyukur kepada Allah.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Tak terkecuali orang-orang besar yang telah mengukirkan karyanya dalam sejarah adalah wanita-wanita Islam. Para muslimah tersebut bahu membahu, berkontribusi  dan turut berjuang bersama kaum lelaki dalam membela yang hak.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS Yusuf: 111)

Musuh-musuh Islam tahu bahwa wanita merupakan salah satu unsur kekuatan masyarakat Islam. Musuh-musuh Islam telah menempuh berbagai cara untuk merusak wanita muslimah. Oleh karena itulah, kita harus kembali mengungkap kembali profil dan meneladani perjuangan wanita-wanita muslimah sebagai bekal untuk mengangkat harkat dan derajat wanita muslimah. Setiap pejuang muslimah memiliki keistimewaan dan sarat dengan nilai-nilai positif yang telah mengukirkan sejarahnya dalam sejarah Islam.

Berikut kita bisa menyimak salah satu profil pejuang wanita Islam sepanjang sejarah yaitu ummahat al-mukminin Khadijah radhiyallahu ‘anha.

Nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin As’ad bin Abd Al Uzza’. Ia dilahirkan di Makkah tahun 68 sebelum hijrah. Ia adalah wanita yang sukses dalam perniagaan, seorang saudagar wanita terhormat dan kaya raya. Pada masa jahiliyah ia dipanggil Ath Thaharoh (wanita suci) karena ia senantiasa menjaga kehormatan dan kesucian dirinya.  Orang-orang Quraisy menyebutnya sebagai pemimpin wanita Quraisy.

Rasulullah bersabda tentang Khadijah, “Allah tidak menggantikan untukku wanita yang lebih baik darinya. la beriman kepadaku di saat orang lain ingkar kepadaku, ia mempercayaiku di saat orang lain mendustakanku, ia menolongku dengan hartanya di saat orang lain tidak ada yang menolongku, dan Allah telah mengaruniakan kepadaku putra (dari hasil perkawinan dengan) nya sedang wanita-wanita lain tidak.”

Keistimewaan Khadijah:
  1. Ia adalah wanita yang pertama kali memeluk Islam. Ia beriman kepada Nabi disaat semua orang kafir padanya.
  2. Ia adalah wanita pertama yang dijamin masuk surga bahkan ia mendapat kabar gembira dari Allah, bahwa Allah telah membangunkan baginya rumah di surga.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyatakan bahwa Jibril datang kepada nabi saw seraya berkata, “Wahai Rasulullah, Khadijah sedang berjalan kemari. Ia membawa wadah yang berisi kuah, makanan atau minuman. Jika ia sampai kepadamu, maka katakanlah bahwa Tuhannya dan aku menyampaikan salam kepadanya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepadanya bahwa ia mendapat sebuah rumah di dalam surga”. (Mutafaq ‘alaih)
  1. Manusia pertama yang mendapat salam dari Allah yang disampaikan dari langit ke tujuh. Ia pantas menerimanya karena selalu setia mendampingi Nabi dalam kondisi seperti apapun.Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ketika Jibril datang kepada Rasulullah saw yang sedang berduaan dengan Khadijah RA, Jibril berkata, “Sesungguhnya Allah menyampaikan salam kepada Khadijah”. Khadijah membalas, “Sesungguhnya Allah-lah As Salaam (Maha Pemberi Kesejahteraan). Sebaliknya kuucapkan salam kepada Jibril dan kepadamu. Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan, rahmat dan berkahNya kepadamu.” (HR An Nasa’i).
  2. Wanita pertama yang layak dikategorikan shiddiq di antara wanita mukmin lainnya.
  3. Mengorbankan seluruh hartanya untuk kepentingan Nabi.
  4. Wanita yang memberikan keturunan bagi Nabi.
  5. Wanita yang matang dan cerdas, pandai menjaga kesucian, dan terpandang bahkan sejak masa jahiliyah dan diberi gelar Ath Thahiroh (wanita yang suci). Ia adalah orang yang terhormat, taat beragama dan sangat dermawan.
  6. Seluruh hidupnya di berikan untuk mendukung dan membela dakwah Nabi.
  7. Orang yang pertama shalat bersama Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.
sumber :http://muslimahtips.com/shohabiyah/60-khadijah-wanita-istimewa-pejuang-agama.html dengan perubahan seperlunya.

Minggu, 10 April 2011

CINTA

 By: Rahmad Syah Nasution .


Aku bimbang sekarang dengan mu ,
mengucapkan kata - kata itu aja ,
sangat berat kamu mengucapkan-nya ,
mengucapkan itu aja butuh waktu .


maaf L kalau kamu menganggap aku ,
tidak pernah menghargai apa yang telah kamu buat kepada ku .....


Selama ni aku hanya berpura – pura senang ,
apa yang telah kamu perbuat kepada ku ,
biar kamu senang ….


Tetapi terkadang aku tidak tahan liat sifat mu ,
apakah ini semua kamu anggap main – main saja ,
perasaan bukan untuk di permainkan .


mendingan kamu jujur ,
dari pada aku nanti terasa tersakiti .


Apakah ini masi bisa di pertahankan ...
apa sich yang kamu mau dari aku ,
apakah aku hanya sebagai dongeng dalam tidur mu .


AKU SANGAT BERHARAP KEJUJURAN MU
SEBELUM ADA YANG TERSAKITI