Senin, 26 Oktober 2015

SMART ANTENNA ( SIMO, MISO dan MIMO )

  Smart Antenna
Defenisi suatu smart antena adalah suatu sistem antena komunikasi wireless digital yang difungsikan sebagai diversity dari TransmitterReceiver, atau kedua – duanya. Di dalam komunikasi wireless, pada umumnya antena tunggal digunakan di pengirim, dan antena tunggal lain digunakan di tujuan. Hal ini disebut SISO (Single Input, Single Output). Ketika suatu gelombang elektromagnetik dihalangi sesuatu seperti bukit; jurang curam; bangunan; dan sebagainya, maka gelombang terserak, dan dengan begitu gelombang RF mengambil alur lain untuk sampai ke tujuan (Receiver). Terjadinya gelombang yang terhalang tadi menyebabkan permasalahan seperti cut-out (pengaruh karang). Penggunaan smart antena dapat mengurangi atau menghapuskan gangguan yang disebabkan oleh multipath fadding.

Kategori Smart Antena
Penggunaan antena dalam sistem smart antenna dibagi dalam tiga kategori utama, yakni ;
·     A.  SIMO (Single Input,Multiple Output)
Di dalam SIMO teknologi, satu antena digunakan di sumber (Rx), dan dua atau lebih antena digunakan di tujuan (Tx)
·      B.  MISO (Multiple Input,Single Output)
Di dalam MISO teknologi, dua atau lebih antena digunakan di sumber (Rx), dan satu antena digunakan di tujuan (Tx)
·       C.   MIMO (Multiple Input Multipel Output)
Di dalam teknologi MIMO, berbagai antena bekerja pada kedua sumber (Rx) dan tujuan (Tx). Belakangan ini MIMO telah diminati, sebab teknologi ini tidak hanya menghapuskan efek multipath propagasi yang kurang baik, tetapi dalam beberapa hal memiliki keunggulan. Gambar dibawah  ini menunjukkan ilustrasi sejarah perkembangan skema input-output antena pada komunikasi wireless.
Gambar 2.1. Sejarah perkembangan skema input output pada komunikasi wireless

2.2.            MIMO (Multiple Input Multiple Output) pada LTE
            Teknologi ini kali pertama diperkenalkan oleh seorang ahli dari Bell Laboratories pada tahun 1984.  MIMO sendiri merupakan salah satu bentuk dari Smart Antenna. MIMO bekerja di dalam sistem komunikasi wireless digital. Pada sistem komunikasi tersebut gelombang yang dihasilkan akan terpantul melalui berbagi jalur atau biasa disebut multipath. Sinyal pantulan dan sinyal yang berjalan lurus akan bersifat saling menggagalkan saat sampai di sisi penerima.
MIMO menggunakan sistem yang berbeda yakni dengan menggunakan antena lebih dari satu untuk penerima dan pengirimnya (diversity). Tidak seperti sistem antena konvensional yang sangat rentan dengan multipath, sistem MIMO justru sangat baik untuk  meningkatkan data rate dalam range yang lebih besar tanpa membutuhkan bandwidth atau daya yang lebih besar. Dengan adanya teknologi ini sistem kerja akan lebih baik dibandingkan dengan sistem teknologi SISO (Single Output Single Input). 
            Transmisi dengan teknik MIMO mendukung konfigurasi dua atau empat antena pengirim dan dua atau empat antena penerima. Konfigurasi MIMO yang mungkin pada arah downlink adalah MIMO 2x2, MIMO2x4, MIMO 4x2, dan MIMO 4x4. Akan tetapi UE dengan 4 antena penerima yang dibutuhkan untuk konfigurasi MIMO 4x4 hingga saat ini masih belum diimplementasikan. Gambar dibawah ini menunjukkan konsep MIMO.


Gambar 2.2 Konsep MIMO (Multiple Input Multiple Output) pada LTE

          Pada gambar di atas, dapat dijelaskan bahwa sistem MIMO memiliki antena pengirim dan penerima yang jumlahnya lebih dari satu. Proses penerimaan sinyal pada sistem MIMO yakni dengan menggunakan pengalian matriks kanal. Di dalam matriks kanal tersebut terdapat penjumlahan yakni penjumlahan dari sinyal yang dikirimkan dari banyak antena mulai dari antena ke-1 sampai antena ke-N. Secara umum, dengan matriks kanal H, sinyal yang diterima olehantena penerima dapat dirumuskan sebagai berikut:
x1 = h11s1 + h12s2 + ….+ h1NsN
x2 = h21s1 + h22s2 + ….+ h2NsN

xN = hN1s1 + hN2s2 + ….+ hNNsN

atau secara umum dapat digabungkan dalam persamaan, yaitu:
menghasilkan model sinyal sederhana sistem MIMO
dengan untuk semua Nt  sinyal digunakan matriks:

                matriks H merupakan matriks kanal MIMO yang dibentuk dari estimasi nilai hij pada kanal transmisi. Matriks ini akan berguna dalam mendapatkan kembali sinyal informasi pada sisi penerima. Sinyal informasi didapatkan dengan invers matriks H denga sinyal pada sisi penerima (x), seperti terlihat pada persamaan berikut 


               Pemodelan Kanal MIMO
            Pengaruh karakter statistik multidimensional dari kanal Fading MIMO (matriks H) memiliki peran yang sangat signifikan pada performa sistem. Oleh karena itu, perancangan model kanal MIMO, menjadi suatu hal yang penting. Pemodelan kanal MIMO berdasarkan keadaan lingkungan fisiknya, dibagi menjadi dua, yaitu model physical (Deterministic/geometric) dan model stochastic.
Model Deterministic, yaitu model fisik melibatkan parameter fisik kanal di keadaan sebenarnya dari semua komponen multipath, seperti DoA (Directions of Arrival) dan DoD (Directions of Departure). Pemodelan ini berlaku untuk lingkungan picocell / microcell.  Model ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pemodelan secara stochastic. Model kedua, stochastic yang berarti berkarakteristik probabilitas atau acak, memberikan permodelan secara statistik dari properti-properti spasial kanal pada elemen-elemen antena . Model ini biasanya dipakai pada daerah pengukuran yang luas. Contoh dari model ini adalah model Metra MIMO pada 3GPP. Variasi jalur tempuh yang berbeda-beda antara TX dengan RX sebagai fungsi waktu, lokasi, dan frekuensi (multipath Fading) dapat direpresentasikan dengan distribusi statistik. Untuk fokus ke masalah Fading ini, model geometris dapat ditransfer ke dalam model stochastic.
Gambar 2.3. Pemodelan kanal MIMO
           

Pada gambar diatas  terlihat pemodelan kanal MIMO secara umum. Dari gambar, terlihat sistem MIMO dengan sejumlah T antena transmitter dan R antena receiver. Kanalnya direpresentasikan dengan matriks H yang memiliki R baris dan T kolom. Elemen-elemen matriksnya, ij h merupakan fungsi transfer dari antena transmitter ke ke antena receiver ke i. Dari gambar terlihat, sinyal yang diterima antena receiver merupakan penjumlahan sinyal dari semua antena tranmsitter.

    

ANTENA FREKUENSI 800, 900 dan 1800 PADA JARINGAN GSM


SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK

ANTENA FREKUENSI 800, 900 dan 1800
PADA JARINGAN GSM






Disusun Oleh :
                                               Rahmad Syah Nasution             14223806

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
2015


Sabtu, 06 April 2013

PARAMETER 2G DRIVE TEST

Oleh: Rahmad Syah Nasution


Parameter yang harus digunakan untuk para drive tester 2G / GSM adalah sebagai berikut:
1.      RxLevel adalah tingkat kuat level sinyal penerima di MS (rentang dalam minusdBm),makin kecil nilainya (makin besar minusnya) makin lemah. Kondisi Rx Level :0 s/d -75 baik, -85 s/d -75 sedang, -95 s/d -85 buruk, -120 s/d -95 buruk.
2.      Rxqual adalah Tingkat kualitas sinyal penerima di MS (rentangnya skala 0-7),makin besar makin jelek. Kondisi Rxqual:0 s/d 2 baik, 2 s/d 4 baik, 4 s/d 6 baik, 6 s/d 8 buruk.
3.      Speech Quality Indicator (SQI) adalah Indikator kualitas suara dalam keadaan dedicated atau menelpon dengan rentang -20 s.d 30 , makin besar makin baik.
4.      Timing Advance (TA) adalah jarak antar MS dengan BTS (rentang dari 0-8), makin besar nilainya makin jauh
5.      CGI terdiri atas :
      a. MCC  (Mobile Country Code)
      b. MNC (Mobile Network Code)
      c. LAC (Local Area Code)
    d. CI(Cell Id)  yaitu parameter ini yang harus diperhatikan agar tidak salah site ketika ingin melakukan drive test karena setiap cell punya kode ID masing-masing.
6.      BCCH (Broadcast Control Channel) adalah frekuensi yg digunakan dalam GSM untuk downlink BTS ke MS (berkisar 890MHz-915MHz untuk yang GSM 900)
7.      ARFCN (Absolute Radio Frequency Channel) adalah sebutan kanal yang digunakan untuk mewakili beberapa nilai dari frekuensi.

atau gampangannya:

Nilai – Nilai parameter drive test

Nilai Rx Level  : - 10 sampai - 80 dBm    - - - -  >  Bagus
                            - 81 sampai – 95 dBm   - - - -  >  Cukup
                            - 96 sampai – 110 dBm   - - - -  >  Jelek

Nilai Rx Qual    :  0 sampai 3 - - - -  >  Bagus
                              4 Sampai 5 - - - -  > Cukup
                              6 Sampai 7 - - - -  > Jelek

Nilai Carrier to interference ( C/I ) :  < 10  - - - -  > Jelek
                                                             > 10  - - - -  > Bagus

Nilai SQI : > 18 - - - -  > Bagus
                  < 18 - - - -  > Jelek

Speech Codec yang biasa di gunakan pada SQI :
-  HR       - - - -  > Half Rate ( 5.6 Kilo bit/ second)
-  FR       - - - -  >  Full Rate ( 13 Kilo bit/second)
-  EFR     - - - -  > Enhanced Full Rate ( 12.2 Kilo bit/ second)
- AMR HR - - - -  > Adaptive Multi Rate Half Rate
-  AMR FR - - - -  > Adaptive Multi Rate Full Rate


ISTILAH DRIVE TEST DAN WALK TEST


ISTILAH DRIVE TEST DAN WALK TEST
Drive Test digunakan untuk outdoor (luar ruangan) karena dilakukan dengan berkendara (drive) mobil sedangkan Walk Test untuk indoor (dalam ruangan) karena dilakukan dengan berjalan (walk). Istilah drive test lebih umum digunakan dari pada walk test.

Drive test adalah pengukuran signal yang dilakukan untuk menguji performansi suatu cell site atau BTS tertentu, yang diamati biasanya kuat daya pancar dan daya terima, tingkat kegagalan akses (originating dan terminating), tingkat panggilan yang gagal (drop call)  Peruntukan drive test ini digunakan untuk optimasi jaringan.

Tujuan Drive test adalah untuk mengetahui  kondisi sinyal pada BTS dengan menginformasikan level daya terima (Rx Level), kualitas sinyal terima (Rx Qual), interferensi, proses perpindahan ms ke BTS lain (Handover) dari sisi pengguna mobile station sehingga dapat diputuskan apakah keadaan sinyal disuatu BTS masih layak atau perlu dilakukan suatu optimasi.

Pada umumnya drive test membutuhkan Laptop yang telah terinstal software TEMS, Handphone dan kabel datanya, dongle, serta USB GPS.

LATAR BELAKANG TELEKOMUNIKASI:
Jaringan telekomunikasi wireless dikembangkan untuk mengatasi segala masalah tentang jaringan telekomunikasi yang bersifat statis. Perangkat komunikasi yang menggunakan teknologi wireless adalah mobile station atau Handphone ,teknologi ini adalah teknologi komunikasi dengan menggunakan frekuensi sebagai media komunikasi. Frekuensi ini dipancarkan oleh base transceiver station (BTS) yang kemudian dapat diterima oleh Handphone. Dalam penerapannya, komunikasi dua arah ini memerlukan sinyal yang baik. Baik atau tidaknya kualitas sinyal yang dipancarkan oleh BTS ditandai oleh banyak atau sedikitnya signal bar yang ditampilkan dalam Handphone dan kualitas sinyal yang bagus sehingga customer  dalam melakukan komunikasi dengan menggunakan jaringan GSM tidak mengalami banyak masalah.

Dalam kenyataannya, frekuensi yang dipancarkan oleh BTS tidak mampu  meng-cover seluruh area. Gedung-gedung tinggi serta dataran yang tidak rata pun jadi beberapa penyebab coveran BTS menjadi terbatas. Operator-operator pun membuat solusi berupa pembuatan BTS baru untuk menguatkan sinyal di daerah yang kurang mampu dihandle oleh BTS yang ada. Drive test digunakan untuk mengecek kekuatan sinyal ,daya terima, tingkat kegagalan akses (originating dan terminating), tingkat panggilan yang gagal (drop call)  yang dipancarkan oleh BTS ataupun antena indoor.

PENGENALAN TEMS Investigation


Oleh: Rahmad Syah Nasution


TEMS Investigation
TEMS sangat powerfull dan mudah digunakan. Sampai saat ini rilis TEMS Investigation sudah sampai rilis ke 11.
TEMS sendiri merupakan singkatan dari Total Electronic Migration Systems. TEMS sebelumnya dikembangkan oleh Ericsson, namun kini teknologi TEMS telah di akuisisi oleh ascom.
TEMS adalah suatu rangkaian perangkat yang digunakan untuk analisis dan optimasi jaringan seluler (biasanya digunakan dalam drive test maupun walk test) baik untuk menguji sinyal GSM,CDMA, 3G tergantung dari tipe TEMS investigation itu sendiri.

TEMS Pocket SE K800i dan K790
TEMS Pocket SE K800i adalah TEMS Pocket yang terintegrasi dengan TEMS  Investigation 8.0.3. TEMS Pocket SE K800i adalah sebuah TEMS Pocket yang terpasang pada handphone SE seri K800i.
TEMS Pocket adalah alat genggam yang dapat digunakan untuk telephone biasa dan juga dapat digunakan untuk troubleshooting jaringan selular. Dalam penggunannya TEMS Pocket ini dapat terintegrasi langsung dengan TEMS Investigation.
Pada tampilan TEMS Pocket tanpa perlu terkoneksi dulu pada laptop dapat diketahui informasi mengenai serving cell seperti yang tertampil pada TEMS Investigation.

TEMS Pocket SE K800i dan K790

Tipe-tipe TEMS
1. TEMS Investigation
2. TEMS Light
3. TEMS Automatic

1. TEMS Investigation
Digunakan untuk drive test di luar ruangan (outdoor). Mulai versi 4 sudah dapat digunakan untuk drive test dalam ruangan (indoor). Menggunakan GPS (Global Positioning System) sebagai alat navigasi dan plotting parameter pada rute drive test yang dilalui.
2. TEMS Light
Digunakan untuk drive test di dalam ruangan (indoor). TEMS Light merupakan versi penyederhanaan dari TEMS Investigation dengan menghilangkan beberapa fitur, yang bertujuan mengurangi beban kerja dan konsumsi baterai komputer. Hal tersebut dilakukan karena saat itu komputer portable/laptop masih mempunyai keterbatasan perangkat dan baterai. Data logfile yang dihasilkan TEMS Light sama lengkapnya dengan yang dihasilkan oleh TEMS Investigation. Plotting parameter dilakukan secara manual karena GPS tidak dapat menerima sinyal dari satelit.
3. TEMS Automatic
Digunakan untuk drive test di luar ruangan (outdoor). TEMS Investigation dan TEMS Light hanya bisa mengukur sisi downlink saja yaitu dari arah BTS ke MS. Untuk uplink yaitu dari arah MS ke BTS, TEMS Investigation dan Light tidak dapat mengukur karena alat pengukurnya hanya Handphone. TEMS Automatic menggunakan sistem Client-Server untuk pengukuran uplink dan downlink. Client-nya menggunakan MTU (Mobile Test Unit) yang bekerja secara otomatis saat dinyalakan. Hasil pengukuran di MTU dikirim lewat GPRS ke Server. Server akan menerima data dari MTU dan mengolahnya.

Perangkat TEMS
1.   Software TEMS : Investigation, Light
2.   Handphone TEMS : T68, T610
3.   Kabel Data : USB, Serial
4.   Lisensi TEMS
5.   GPS
6.   Aksesoris : USB Hub, Inverter, USB to RS-232, Charger Handphone untuk mobil dll.

Lisensi TEMS
1. Software TEMS : Untuk versi lama
2. Handphone
3. Dongle USB : Sudah dapat dicrack dengan menggunakan HASP Emulator

Mode TEMS
1. Drive Test (online) connect
2. Replay (offline) tdk ter-connect

Minggu, 25 November 2012

PEMANTAU SUHU PADA PC

Oleh: Rahmad Syah Nasution


Hasil suhu yang ditampilkan pada PC dapat dicetak sesuai tanggal, bulan dan jam pada saat suhu mendeteksi dan hasil suhu juga dapat ditampilkan dalam bentuk grafik untuk melihat traffic hasil kenaikan suhu.


Bagaimana melakukan pemantauan dan/atau pengontrolan melalui komputer menggunakan media komunikasi serial dengan tingkat tegangan RS232 melalui port DB 9 / port serial pada PC dengan menggunakan Delphi & sebagai pengendali komunikasi serial (menampilkan data serial dari mikrokontroller ke hyperterminal).
Penampil data sensor suhu pada PC dalam bentuk angka, grafik  menampilkan tulisan/text dari delphi ditampilkan pada LCD pada mikrokontroller.

KOMUNIKASI SERIAL MIKROKONTROLER AVR

Oleh: Rahmad Syah Nasution

Komunikasi Serial adalah yang menghubungkan antara mikrokontroler dengan PC (Personal Computer) dengan cara merubah tegangan sinyal RS-232 ke level tegangan TTL (Translator-tanslator logic) agar dapat diterima oleh mikrokontroler. Komunikasi Serial ini berfungsi untuk pengiriman data suhu menggunakan kabel ke aplikasi pemantau suhu. Gambar rangkaian komunikasi Serial dapat dilihat di bawah ini:

Program:

printf("%dA",Tr1);
printf("%dB",Tr2);
printf("%dC",Tr3);
printf("%dD",Tr4);

Maksud dari di atas adalah data yang akan dikirmkan pada variable Tr1, Tr2, Tr3 dan Tr4 akan kirimkan melalui komunikasi serial dalam bentuk angka (%d) dan huruf (A). Printf adalah perintah untuk pengiriman ke komunikasi serial.